Blogger Widgets

Rabu, 23 September 2015

Pengertian Hunting Foto



Hunting berarti berburu. jika di definisikan kedalam bahasa indonesia, hunting bisa juga di sebut mencari sesuatu yang sudah terpikirkan maupun belum terpikirkan, dengan tujuan mendapatkannya, bisa juga hanya pengetahuan yang didapat.

Dalam dunia fotografi, hunting adalah sebuah kegiatan seseorang atau lebih, pergi kesuatu tempat dekat atau jauh, dengan tujuan utamanya, yaitu memotret. Hunting bisa dilakukan oleh semua orang, tidak membedakan antara seorang fotografer Pro (Propesional) atau amatir (pecinta, atau hoby).

Untuk para pemula fotografi, hunting biasanya dilakukan untuk mencari pengalaman, dan pembelajaran diri dalam memperdalam ilmu fotografi. Bagi para fotografer, hunting merupakan kegiatan yang menyenangkan, sehingga mereka bisa sekalian menenagkan pikiran dari pekerjaan, atau sekedar menghilangkan stres.

Hunting foto tidak harus berpergian ketempat menawan yang jauh, taman kota, bahkan halaman rumah kita juga bisa menjadi tempat buat hunting, tergantung bayangan visual yang sudah kita pikirkan sebelumnya.

contoh : kita ingin memperdalam ilmu fotografi Landscafe, lalu kita searchdi google, kita menemukan banyak foto amat bagus, dengan lautan biru, atau langin berwarna emas, atau air terjun yang menawan halus bagai kapas. Tapi tempatnya begitu jauh dari tempat kita saat ini, dan kita tidak punya waktu untuk pergi ketempat sejauh itu, al-hasil kita hanya membayangkan kapan bisa berada ditempat tersebut.

Yang sebenarnya perlu kita sadari adalah bahwa landscafe adalah foto pemandangan yang bisa membuat penglihatnya terpesona, seperti saat kita melihat foto-foto yang kita cari di google, dan yang terpenting adalah kita bisa membuatnya tanpa harus hunting jauh ketempat yang ada di google tadi. kita hanya perlu menengteng kamera, lalu berkeliling di wilayah sekitar, cari tempat tinggi, atau dataran luas, jika anda tinggal di kota bisa mencari gedung yang tinggi untuk kemudian bisa menaikinya, agar bisa melihat pemandangan disana. Jika anda tinggal di daerah cari perbukitan, atau lapangan maupun persawahan. Di sanalah anda akan melihat bentuk visual dari sebuah foto landscafe, lakukanlah di cuaca yang tepat agar hasilnya lebih menarik, dan pelajari cara memfoto lansdcafe yang benar.

Hunting akan selalu menarik, dan selalu memberi pengalaman, pengetahuan, insfirasi dan wawasan. Ikuti terus blog ini, untuk mendapatkan info dan tips-tips seputar hunting dan fotografi.

sumber : https://duniahunting.wordpress.com/2014/02/07/definisi-hunting-fotografi/

JULUKAN DAN SUPORTER KLUB INDONESIA








Berikut beberapa nama klub Sepakbola di Indonesia yang ayas bisa sebutkan beserta julukan dan nama suporter yang mendukungnya. Jika masih ada nama klub sepakbola yang lain yang mungkin belum tercantum di sini ayas mohon maaf karena ayas terbatas pengetahuan semisal tentang julukan tim atau nama suporternya, jika ada info tambahan bisa nawak2 tambahkan sendiri di kolom komentar. Monggo disimak;



1.Klub: PSMS Medan
Julukan: Ayam Kinantan
Suporter: Kampak atau singakatan dari Kami Anak Medan Pecinta Ayam Kinantan



2.Klub: PSDS Deli Serdang
Julukan: Traktor Kuning
Suporter: Antrak



3.Klub: Semen Padang
Julukan: Kabau Sirah
Suporter: Spartack



4.Klub: PSPS Pekanbaru
Julukan: Ashkar Bertuah
Suporter: Ashkar The King



5.Klub: Sriwijaya FC
Julukan: Laskar Jakabaring
Suporter: Sriwijaya Mania



6.Klub: Persita Tangerang
Julukan: Pendekar Cisadane
Suporter: Benteng Viola



7.Klub: Persikota Tangerang
Julukan: Bayi Ajaib
Suporter: Benteng Mania



8.Klub: Persija Jakarta
Julukan: Macan Kemayoran
Suporter: The Jakmania



9.Klub: Persitara Jakarta Utara
Julukan: Laskar Si Pitung
Suporter: North Jakmania



10.Klub: Persikabo Bogor
Julukan: Laskar Pajajaran
Suporter: Kabo Mania



11.Klub: Persib Bandung
Julukan: Maung Bandung
Suporter: Bobotoh, Viking



12.Klub: Pelita Jaya
Julukan: Young Guns
Suporter: Young Guns & Roses



13.Klub: PSIS Semarang
Julukan: Mahesa Jenar
Suporter: Panser Biru, Snex



14.Klub: Persijap Jepara
Julukan: Laskar kalinyamat
Suporter: Banaspati, Jetman



15.Klub: Persis Solo

Julukan: Laskar Samber Nyawa
Suporter: Pasoepati



16.Klub: PSIM Yogyakarta
Julukan: Laskar Mataram
Suporter: Brajamusti



17.Klub: PSS Sleman
Julukan: Elang Jawa
Suporter: Slemania



18.Klub: Persiba Bantul
Julukan: The Reds
Suporter: Paser Bumi



19.Klub: PPSM Sakti Magelang
Julukan: Macan Tidar
Suporter: Simalodra



20.Klub: Persela Lamongan
Julukan: Joko Tingkir
Suporter: LA Mania



21.Klub: Persik Kediri
Julukan: Macan Putih
Suporter: Persikmania



22.Klub: Persibo Bojonegoro
Julukan: Laskar Angling Darma
Suporter: Boromania



23.Klub: Persema Malang
Julukan: Laskar Ken Arok
Suporter: Ngalamania



24.Klub: Arema Malang
Julukan: Singo Edan
Suporter: Aremania



25.Klub: Deltras Sidoarjo
Julukan: The Lobster
Suporter: Delta Mania



26.Klub: Persebaya Surabaya
Julukan: Green Force, Bajul Ijo
Suporter: Bonex



28.Klub: Persiba Balikpapan
Julukan: Beruang Madu
Suporter:Balistik dan PFC (Persiba Fans Club)



29.Klub: Persisam Putra Samarinda
Julukan: Pesut Mahakam, Elang Borneo
Suporter: Pusamania



30.Klub: Bontang FC
Julukan: Laskar Khatulistiwa
Suporter: Bontang Mania



31.Klub: PSM Makasar
Julukan: Juku Eja
Suporter: The Macs Man



32.Klub: Persmin Minahasa
Julukan: Manguni Makasiouw
Suporter: Manguni Fans Club



33.Klub: Persibom Bolaang Mangondow
Julukan: Fajar Bulawan
Suporter: Bom Mania



34.Klub: Persipura Jayapura
Julukan: Mutiara Hitam
Suporter: Persipura Mania



35.Klub: Persiwa Wamena
Julukan: Badai Pegunungan Selatan
Suporter: Persiwa Mania




36.Klub: Persiku kudus
julukan: macan muria
suporter: SMM,Bas0ka


sumber : http://www.lintasin.web.id/2012/12/julukan-dan-suporter-klub-indonesia.html

SEJARAH AREMA INDONESIA

ASAL USUL SEJARAH AREMA INDONESIA

Nama Arema Pada Masa Kerajaan
Nama Arema adalah legenda Malang.
Adalah Kidung Harsawijaya yang pertama kali mencatat nama tersebut,
yaitu kisah tentang Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara.
Prestasi Kebo Arema gilang gemilang.
Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat.
Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti ditulis kitab Negarakretagama.
Kebo Arema pula yang menjadi penyangga politik ekspansif Kertanegara.
Bersama Mahisa Anengah, Kebo Arema menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi.
Kemudian bisa menguasai Selat Malaka.
Sejarah heroik Kebo Arema memang tenggelam.
Buku-buku sejarah hanya mencatat Kertanegara sebagai raja terbesar Singosari, yang pusat pemerintahannya dekat Kota Malang.

Nama Arema Di dekade 80'an
Sampai akhirnya pada dekade 1980-an muncul kembali nama Arema.
Tidak tahu persis, apakah nama itu menapak tilas dari kebesaran Kebo Arema.
Yang pasti, Arema merupakan penunjuk sebuah komunitas asal Malang.
Arema adalah akronim dari Arek Malang.
Arema kemudian menjelma menjadi semacam "subkultur" dengan identitas, simbol dan karakter bagi masyarakat Malang.
Diyakini, Arek Malang membangun reputasi dan eksistensinya di antaranya melalui musik rock dan olahraga.
Selain tinju, sepak bola adalah olahraga yang menjadi jalan bagi arek malang menunjukkan reputasinya.
Sehingga kelahiran tim sepak bola Arema adalah sebuah keniscayaan.

ASAL USUL BERDIRINYA AREMA
(Arema Football Club/Persatuan Sepak Bola Arema nama resminya)
lahir pada tanggal 11 Agustus 1987, dengan semangat mengembangkan persepak bolaan di Malang.
Pada masa itu, tim asal Malang lainnya Persema Malang bagai sebuah magnet bagi arek Malang.
Stadion Gajayana –home base klub pemerintah itu– selalu disesaki penonton.
Dimana posisi Arema waktu itu?
Yang pasti, klub itu belum mengejawantah sebagai sebuah komunitas sepak bola.
Ia masih jadi sebuah “utopia”.

Adalah Acub Zaenal mantan Gubernur Irian Jaya ke-3 dan mantan pengurus PSSI periode 80-an yang kali pertama punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub Galatama di kota Malang setelah sebelumnya membangun klub Perkesa 78.
Jasa “Sang Jenderal” tidak terlepas dari peran Ovan Tobing, humas Persema saat itu.
“Saya masih ingat, waktu itu Pak Acub Zainal saya undang ke Stadion Gajayana ketika Persema lawan Perseden Denpasar,” ujar Ovan.
Melihat penonon membludak, Acub yang kala itu menjadi Administratur Galatama lantas mencetuskan keinginan mendirikan klub galatama.
“You bikin saja (klub) Galatama di Malang,” kata Ovan menirukan ucapan Acub.

Beberapa hari setelah itu,
Ir Lucky Acub Zaenal –putra Mayjen TNI (purn) Acub Zaenal–
mendatangi Ovan di rumahnya, Jl. Gajahmada 15. Ia diantar Dice Dirgantara yang sebelumnya sudah kenal dengan dirinya.
“Waktu itu Lucky masih suka tinju dan otomotif,” katanya.
Dari pembicaraan itu, Ovan menegaskan kalau dirinya tidak punya dana untuk membentuk klub galatama.
“Saya hanya punya pemain,” ujarnya.
Maka dipertemukanlah Lucky dengan Dirk “Derek” Sutrisno (Alm), pendiri klub Armada ‘86.

Berkat hubungan baik antara Dirk dengan wartawan olahraga di Malang, khususnya sepakbola,
maka SIWO PWI Malang mengadakan seminar sehari untuk melihat
"sudah saatnyakah Kota Malang memiliki klub Galatama?"
Drs. Heruyogi sebagai Ketua SIWO dan Drs. Bambang Bes (Sekretaris SIWO) menggelar seminar itu di Balai Wartawan Jl. Raya Langsep Kota Malang.
Temanya
"Klub Galatama dan Kota Malang",
dengan nara sumber al; Bp. Acub Zainal (Administratur Galatama),
dari Pengda PSSI Jatim, Komda PSSI Kota Malang, Dr. Ubud Salim, MA.
Acara itu dibuka Bp Walikota Tom Uripan (Alm).
Hasil atau rekomendasi yang didapatkan dari seminar:
Kota Malang dinilai sudah layak memiliki sebuah klub Galatana yang professional.

Harus diakui, awal berdirinya Arema tidak lepas dari peran besar Derek dengan Armada 86-nya. Nama Arema awalnya adalah Aremada-gabungan dari Armada dan Arema.
Namun nama itu tidak bisa langgeng.
Beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema`86.
Sayang, upaya Derek untuk mempertahankan klub Galatama Arema`86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terseok-seok karena dihimpit kesulitan dana.

Dari sinilah, Acub Zaenal dan Lucky lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema`86 supaya tetap survive.
Setelah diambil alih, nama Arema`86 akhirnya diubah menjadi Arema dan ditetapkan pula berdirinya Arema Galatama pada 11 Agustus 1987 sesuai dengan akte notaris Pramu Haryono SH–almarhum–No 58.
“Penetapan tanggal 11 Agustus 1987 itu, seperti air mengalir begitu saja, tidak berdasar penetapan (pilihan) secara khusus,” ujar Ovan mengisahkan.

Hanya saja, kata Ovan, dari pendirian bulan Agustus itulah kemudian simbol Singo (Singa) muncul.
"Agustus itu kan Leo atau Singo (sesuai dengan horoscop),"imbuh Ovan.
Dari sinilah kemudian, Lucky dan, Ovan mulai mengotak-atik segala persiapan untuk mewujudkan obsesi berdirinya klub Galatama kebanggaan Malang.

PERJALANAN AREMA
PERJALANAN AREMA DI GALATAMA
Di awal keikut sertaan di Kompetisi Galatama Ovan Tobing dan Lucky Acub Zaenal mulai bekerja keras mengurus segala tetek-bengek mulai pemain, tempat penampungan (mess pemain), lapangan sampai kostum mulai diplaning.
Bahkan,gerilya mencari pemain yang dilakukan Ovan satu bulan sebelum Arema resmi didirikan.
Pemain-pemain seperti Maryanto (Persema), Jonathan (Satria Malang), Kusnadi Kamaludin (Armada), Mahdi Haris (Arseto), Jamrawi dan Yohanes Geohera (Mitra Surabaya), sampai kiper Dony Latuperisa yang kala itu tengah menjalani skorsing PSSI karena kasus suap, direkrut.
Pelatih sekualitas Sinyo Aliandoe, juga bergabung.


Hanya saja, masih ada kendala yakni menyangkut mess pemain.
Beruntung, Lanud Bandar Udara Abdul Rachman Saleh mau membantu dan menyediakan barak prajurit Paskhas TNI AU untuk tempat penampungan pemain.
Selain barak, lapangan Pagas Abd Saleh, juga dijadikan tempat berlatih.
Praktis Maryanto dkk ditampung di barak.
“TNI-AU memberikan andil yang besar pada Arema,” papar Ovan.

Sempat ada kendala, yakni masalah dana –masalah utama yang kelak terus membelit Arema.
“Kalau memang tidak ada alternatif lain, ya papimu Luk yang harus mendanai,” jelas Ovan saat mengantarnya ke Bandara Juanda.
Sepulang dari Jakarta, Acub Zaenal sepakat menjadi penyandang dana.

Prestasi klub Arema bisa dibilang seperti pasang surut, walaupun tak pernah menghuni papan bawah klasemen, hampir setiap musim kompetisi Galatama Arema F.C. tak pernah konstan di jajaran papan atas klasemen, namun demikian pada tahun 1992 Arema berhasil menjadi juara Galatama.
Dengan modal pemain-pemain handal seperti Aji Santoso, Mecky Tata, Singgih Pitono, Jamrawi dan eks pelatih PSSI M Basri,
Arema mampu mewujudkan mimpi masyarakat kota Malang menjadi juara kompetisi elit di Indonesia.

Perjalanan ARema DI LIgina (Liga Indonesia)
Sejak mengikuti Liga Indonesia, Arema F.C. tercatat sudah 7 kali masuk putaran kedua.
Sekali ke babak 12 besar (1996/97) dan enam kali masuk 8 besar( 1999/00, 2001, 2002, 2005, 2006,& 2007).
Walaupun berprestasi lumayan, tapi Arema tidak pernah lepas dari masalah dana.
Hampir setiap musim kompetisi masalah dana ini selalu menghantui sehingga tak heran hampir setiap musim manajemen klub selalu berganti.
Pada tahun 2003, Arema mengalami kesulitan keuangan parah yang berpengaruh pada prestasi tim.
Hal tersebut yang kemudian membuat Arema FC diakuisisi kepemilikannya oleh PT Bentoel Internasional Tbk pada pertengahan musim kompetisi 2003 meskipun pada akhirnya Arema terdegradasi ke Divisi I.
Sejak kepemilikan Arema dipegang oleh PT Bentoel Internasional Tbk, prestasi Arema semakin meningkat; 2004 juara Divisi I, 2005, dan 2006 juara Copa Indonesia, 2007 juara Piala Soeratin LRN U-18.
Pada tahun 2006 dan 2007 Arema dan Benny Dollo mendapatkan penghargaan dari Tabloid Bola sebagai tim terbaik dan Pelatih terbaik.

Perjalanan Arema Di Liga Super Indonesia
Kompetisi Liga Super Indonesia ke-1 2008-2009 Arema berada di urutan ke-10.
Dua bulan Setelah kompetisi usai tepatnya 3 Agustus 2009 di Hotel Santika Malang pemilik klub Arema, PT Bentoel Investama, Tbk melepas Arema ke kumpulan orang-orang peduli terhadap Arema (konsorsium).
Pelepasan Arema ini adalah dampak dari penjualan saham mayoritas PT Bentoel Investama, Tbk. ke British American Tobacco.
Sebelumnya ada wacana untuk menggabungkan Arema dengan Persema Malang menjadi satu, namun ditolak oleh Aremania.
Arema pada musim kompetisi 2009-10 yang ditukangi oleh Robert Rene Alberts meraih gelar Juara Liga Super Indonesia dan Runner-up Piala Indonesia.

Prestasi Yang Diraih ARema sampai Tahun 2010
* Piala GALATAMA
Runner up (1 kali ): tahun 1992
* GALATAMA
Juara (1 kali ): 1992/93
* Divisi Satu
Juara (1 kali ):tahun 2004
* Piala Indonesia
Juara (2 kali): 2005, 2006
Runner up (1 kali): 2010
* Liga Super Indonesia
Juara (1 kali): 2009/2010
* Piala Gubernur
Runner up (1 kali): 2008
* Piala Soeratin U-18
Juara (1 kali): 2007

Penghargaan
*Tabloid Bola Best Team Award (2 Kali): 2006, 2007

PARTISIPASI DALAM LIGA DI INDONESIA
GALATAMA
Tahun 1987/88, urutan akhir diposisi 6 (14 tim)
Tahun 1988/89, urutan akhir diposisi 8 (18 tim), Top skorer Mecky Tata (18 Gol)
Tahun 1990, Urutan akhir diposisi 4 (18 tim)
Tahun 1991/92, urutan akhir diposisi 4 (20 tim), Top Skorer SInggih Pitono (21 Gol)
Tahun 1992/93, Juara 1 (17 Tim), top SKorer Singgih Pitono (16 Gol)
Tahun 1993/94, urutan 6 (Babak Penyisihan) 17 tim dibagi menjadi 2 grup

Liga Indonesia
Liga Dunhill tahun 1994/95, berakhir dibabak penyisihan (urutan 6 dari 17 Tim)
Liga Dunhill tahun 1995/96, berakhir dibabak penyisihan (urutan 12 dari 16 Tim)
Liga Kansas tahun 1996/97, berakhir dibabak 12 Besar
Ligina tahun 1997/98, DIhentikan karena Kerusuhan
Ligina tahun 1998/99, Berakhir di babak Penyisihan (urutan 3 dari 6 tim)
Liga Bank Mandiri tahun 1999/00, Berakhir di babak 8 Besar
Liga Bank Mandiri tahun 2001, Berakhir di babak 8 Besar
Liga Bank Mandiri tahun 2002, Berakhir di babak 8 Besar
Liga Bank Mandiri tahun 2003, Berakhir di urutan 19 (22 tim) terdegradasi ke DIvisi 1
Liga PErtamina Divisi 1 tahun 2004, Juara 1 dan Masuk kembali ke liga Indonesia
Liga Djarum tahun 2005, Berakhir di babak 8 besar
Liga Djarum tahun 2006, Berakhir di babak 8 besar
Liga Djarum tahun 2007, Berakhir di babak 8 besar

Liga Super Indonesia
Tahun 2008/09, Berakhir di urutan 10
Tahun 2009/10, Juara 1
Tahun 2010/11, .....?

Liga Champions ASIA
* Kejuaraan Klub Asia 1993–94 (tidak lolos ke babak 6 besar setelah kalah agregat 3-6 dari Thai Farmers Bank Thailand)
* Liga Champions AFC 2006 (dicoret karena PSSI lalai mendaftarkan peserta AFC Champions League)
* Liga Champions AFC 2007 (gagal lolos dari babak penyisihan karena hanya menempati urutan ke-3)
* Liga Champions AFC 2011

DAFTAR PELATIH AREMA
1. Sinyo Aliandoe , dari Indonesia, melatih dari tahun 1987 - 1989
2. Andi M Teguh (Alm.) , dari Indonesia, melatih dari tahun 1989 - 1992
3. M BAsri , dari Indonesia, melatih dari tahun 1992-1993, 2000
4. Gusnul Yakin , dari Indonesia, melatih dari tahun 1993-1994, 1995-1996,1997-1998, 2003, 2008-2009
5. Halilintar Gunawan , dari Indonesia, melatih dari tahun 1994 - 1995
6. Suharno , dari Indonesia, melatih dari tahun 1996 - 1997
7. Hamid Asnan (Alm.) , dari Indonesia, melatih dari tahun 1998
8. Winarto , dari Indonesia, melatih dari tahun 1998 - 1999
9. Daniel Rukito , dari Indonesia, melatih dari tahun 2001-2002
10. Terry Weton , dari Australia, melatih dari tahun 2003
11. Henk Wullems , dari Belanda, melatih dari tahun 2003
12. Benny Dollo , dari Indonesia, melatih dari tahun 2004-2006
13. Miroslav Janu , dari Ceko, melatih dari tahun 2006-2007
14. Bambang Nurdiansyah , dari Indonesia, melatih dari tahun 2008
15. Robert Rene ALberts , dari Belanda, melatih dari tahun 2009-2010
16. Miroslav Janu , dari Ceko, melatih dari tahun 2010 - ...?

Arema Malang Menempati Stadion Kanjuruhan Malang
Arema Mempunyai Julukan Singo Edan
Mempunyai Fanatik Suporter yaitu Aremania dan Aremanita (untuk suporter wanita).

sumber : http://asal-usul-motivasi.blogspot.co.id/2011/01/asal-usul-sejarah-arema-indonesia.html

KAMUS BAHASA WALIKAN KHAS MALANG

Kamus mini ini terdiri dari kosakata sehari2 yang dipakai warga asli Arema, yang terdiri dari unsur bahasa kiwalan (terbalik) yang berakar dari bahasa Jawa dan Indonesia, bahasa prokem (slanga bukan walikan) dan dialek lokal.
Ingat, tidak semua kata bisa dibolak-balik semaunya…karena sudah jadi baku dalam percakapan sehari-hari, disamping itupun kata-kata lokal Malangan yang bukan walikan (terbalik) juga banyak dipakai.
Jangan coba-coba membuat walikan (terbalik) sendiri, karena bisa-bisa anda dianggap sebagai makhluk planet luar. Hehehehe.
Namanya juga mini ya pasti belum cukup lah..maklum hasil memulung
Lumayan kalau buat ketemu preman-preman asal Malang di Jakarta…:D

Habis itu boleh ngomong ‘Roaming dach gue!’ hahahahaa..



A
A – partikel untuk kata tanya contoh ‘iyo a?’ (apa iya?), ‘mrono a?’ (kesana?) dst
Adapes – sepeda
Adapes rotom – sepeda motor
Ambek – dengan, dan
Amrin – pacar, kekasih
Aranjep – penjara
Arema – Arek Malang
Arodam – Madura
Arudam – Madura
Asaib – biasa
Asrob – minum
Atrakaj – Jakarta
Atret – mundur
Aud – dua
Ayarabus –Surabaya
Ayas – saya
Ayem – melempem

B
Balon / Nolab – pelacur
Bes – kependekan ‘ebes’

C
Cik – ungkapan ‘betapa’ atau penyangatan spt ‘cik gedhene’ (besar banget)
Cikno – biarkan

D
Dhulin – main

E
Ebes – bapak, panggilan hormat tidak formal
Ebes kanal – bapak
Ebes kodew – ibu
Embong – jalan
Ewed – sendiri
Ewedan – sendirian

G
Gak – tidak
Gak main – tidak becus, tidak beres
Genaro – orang
Genok – tidak ada

H
Halak – kalah
Halokes – sekolah
Hamur – rumah
Helob – boleh
Hewod – bibir tebal
Holopes – sepuluh
Hulupes – sepuluh

I
Ibar – kawin, nikah
Idrek – pekerjaan
Iko – itu (jarak jauh)
Ilep – alat kelamin laki-laki
Itreng – mengerti, paham

J
Jancik – makian halus
Jancuk – makian kasar
Jès – guys, coy

K
Kadit – tidak
Kampes – celana dalam
Kana – anak
Kanyab – banyak
Kanyab tulum – banyak omong
Keat – tahi, makian
Kendho – bodoh
Kenthu – bodoh, ber*****h
Kèr – guys, coy
Kèra – (arek) orang
Kètam – mati
Kèwut – tua
Kimpet – alat kelamin wanita
Kipa – baik
Kiwal – balik
Kiwalan – walikan, terbalik
Kodew – perempuan
Koen – kamu
Koleng – mabuk
Koyes – menipu
Kubam – mabuk
Kunam – burung, alat kelamin laki-laki

L
Landas – sandal
Latab – batal
Lecep – pecel
Libom – mobil
Licek – kecil
Likis – kaki

M
Main – becus, bermain
Menclek – gila
Mengong – gila, bloon

N
Nakam – makan
Nawak – kawan
Nawak ewed – kawan sendiri
Nayamul – lumayan
Ngalam – Malang
Ngalup – pulang
Nganal – laki-laki
Nganem – menang
Ngarames – Semarang
Ngayambes – sembahyang, sholat
Ngentit – mencuri
Ngetem – hamil
Ngingub – bingung
Ngoceb – banci, bencong, waria, pondan (kata tetangga sebelah)
Niliki (nili’i) – mencicipi
Nolab – pelacur
Nyelang – meminjam

O
Oges – nasi
Ojir – uang
Ojob – suami/istri, pacar
Ojrit – iya
Omil – lima
Onit – Cina
Orip – berapa
Oskab – bakso
Osob – bahasa
Osob kiwalan – bahasa terbalik
Osi – bisa
Otos – soto
Oyi – iya

P
Plembungan – balon

R
Raijo – uang
Rudit – tidur

S
Sam – panggilan untuk laki2
Sèdeb – monyet
Silup – polisi
Sinam – manis (untuk menyebut gadis cantik)

T
Tahes – sehat
Tahil – lihat
Tènyom – monyet
Tèwur – ruwet, complicated

U
Ubab – babu, pembantu
Ubir – ribu
Ublem –masuk
Uklam – jalan
Uklam-uklam – jalan-jalan
Ukut – beli
Umak – kamu
Unyap – punya
Utem – metu

W
Wanyik – orang

Fakta Unik Bahasa Walikan Khas Malang

A. Fakta tentang Bahasa Malangan


Bahasa Malangan mempunyai dua pilar utama, yaitu Bahasa khas Malang atau Malang People Dialect atau Osob Ngalam. satu pilar lagi adalah BAHASA WALIKAN Malang (kata yang cara mengucapkanya dibalik) atau Osob Kiwalan. Ibarat teh anget, keduanya menyatu – tak terpisahkan antara air hangat dengan teh. Menjadi tanpa batas lagi ketika “diaduk” dalam pemakaian berbahasa, baik dalam bahasa ujar maupun bahasa tulis.



Yang kedua ini, osob kiwalan, tergolong unik, setidaknya 10 hal berikut merupakan fakta mencengangkan dari bahasa nya arek Malang tersebut:


1. Awalnya dipakai pada jaman perjuangan, sejak penjajahan Belanda, para pejuang memakai kata sandi untuk berkomunikasi yang diharapkan penjajah dan anteknya tidak mengerti yang diperbincangkan


2. Manjadi “trade mark” orang Malang, tidak ada duanya.


3. Sebagai penunjuk identitas dan kebanggan kalau ketemu orang Malang di seluruh dunia, atau minimal bagi orang yang pernah tinggal, sekolah atau bekerja di Malang. Mereka akan mencoba bertegur sapa dan menunjukan beberapa kosa kata yang mereka tahu, untuk membuka komunikasi.


4. Sebagai bahasa tingkat tinggi, untuk pejabat, businessman dan kaum profesional – apalagi bisa bahasa walikan, akan saling mendekatkan hubungan mereka untuk urusan bisnis dan masalah penting. Sama seperti orang melakukan pendekatan bisnis dengan rekanan melalui golf, fitness atau main tenis. Dengan memakai bahasa Walikan Malang (khusus kalau salah satu dari Malang atau bisa bahasa Malang). Apalagi kelau keduanya dari Malang – pastitokcer.


5. Sebagai gejalah bahasa yang arbitrer tetapi tidak terbantahkan. Dasar penggunaan dan teknik membaliknya ada unsur kesewenang-wenangan (arbitrer), tetapi itulah yang menjadi ciri khas dan telah memasyarakat, maka kata itulah yang akhirnya menjadi populer dan dipakai umum.


6. Ada aturan baku (pakem), namun kaidah untuk dua konsonan seperti ng dan ny dihitung sebagai satu kata tetapi faktor alam telah mengarahkan pemakainya untuk membuat singkatan yang berbunyi. Kata yang tidak berbunyi lazim ketika dibalik, tidak dipakai atau diubah ke bunyi popular terdekat.


7. Kata yang dibalik tidak saja Bahasa Jawa (Bahasa Malang), tetapi juga bahasa Indonesia dan serapan dari bahasa lain (Bahasa Indonesia, Basa asing dan bahasa daerah lain) yang bisa dibalik.


8. Orang yang banyak berbicara dengan bahasa Walikan rata-rata adalah orang cerdas, karena sambil berbicara, pikiranya terus berputar, dengan cepat bisa menemukan kebalikan kata-kata yan akan diucapkan. Jika orang ingin lancar bicara dan memakai kata walikan yang umum, itupun juga tergolong cerdas – karena mengarahkan pembicaraan yang bermakna tetapi menyertakan kata yang dia hapal untuk dibalik dan bangga menyebutkanya.


9. Orang tua, pedagang, pemuda, pelajar anak kecil dan anak sekolah merasa senang mempunyai sebuah skill dan identitas khas jika bisa menyebutkan boso walikan.


10. Ada yang menyisipkan beberapa saja kata walikan dalam percakapan atau penuturan tertulis, tetapi ada yang sebagian besar semua kalimatnya terdiri dari boso walikan. Ada yang mengulang dengan kata biasa untuk memperjelas, tetapi ada yang nekad asal membalik kata walaupun terasa janggal dan tidak popular (mungkin belum lama di Malang?). Akan tetapi, semuanya itu tidak dilarang, yang penting happy dan fun.








B. Kelompok Kata Walikan (Atak Kiwalan)


Ada yang menarik dari Osob Kiwalan (Boso Walikan/ kata yang dibalik pengucapanya) Malang. Kata yang terjadi dari banyaknya model atau bentuk kata yang dibalik, yaitu:




Ada yang bersifat direct, dibalik langsung, misalnya


Rumah menjadi hamur
Tidak menjadi kadit
Tidur menjadi rudit
Pukul menjadi lukup




Ada yang mempertahankan diftong (ng dan ny) supaya tetap menjadi bahasa yang berbunyi


Pulang menjadi Ngalup
Kenyang menjadi Nganyek




Walikan yang merupakan serapan dari bahasa Jawa


Oges menjadi sego artinya: nasi
Bengi menjadi ingeb artinya: malam
Banyu menjadi unyab artinya banyu




Walikan yang merupakan serapan dari bahasa daerah lain, musalnya:


Riko (Madura) menjadi okir artinya: kamu, Anda






Walikan Nama Orang


Pardi menjadi Idrap
Solikin menjadi Nikilos tetapi yang terkenal adalahNikolas
……………. dll






Walikan Nama tempat, daerah atau kota

Mergan menjadi Nagrem nama daerah di Malang
Mergosono menjadi Onosogrem nama daerah di Malang
Malang menjadi Ngalam
……………... dll




Walikan Nama makanan


Lecep pecel
Nowar rawon
Likik kikil tendon atau bagian daging yang kenyal
Letet tetel penganan dari ketan
…………….. dll




Bahasa walikan khusus


Artinya:
Ojir uang berasal dari raijo dibalik jadi ojir
Lawèt jual, dijual, menjual berasal dari jual dibalik jadi lawet
Idrek bekerja berasal dari kerja dibalik jadi idrek
…………… dll






Menggunakan kata yang nge pop walaupun kebalikannya tidak persis


Kata asal Artinya
Kèmpès sèmpak celana dalam (pria)
Alanèt celana celana
Kiwalan walikan terbalik, dibalik
…………….. dll


Yang merupakan serapan dari bahasa asing


Artinya
Koling memanggil, kontak bersal dari kata calling (bahasa Inggris)
……………. dll








Juga dari bahasa Modern dan popular, misalnya:


Supmak kampus
Hailuk kuliah
Relidos solider
……………. dll




Terkadang ada kebalikan katanya tidak persis tepat susunanya, tetapi karena terlanjur sudah umum dipakai (memasyarakat), maka kata itu yang sering digunakan, misalnya


élawes artinya selawé atau dua puluh lima, kebalikan aslinya adalah:
éwales artinya selawé atau dua puluh lima
nakus artinya sungkan atau segan, kebalikan aslinya adalah:
nangkus


Tetapi orang banyak menggunakan kata yang pertama, élawes dan nakus.

Ada kata yang dua-duanya menjadi umum, misalnya isilup dan silup, keduanya adalah bahasa walikan untuk pulisi (polisi).

sumber : http://osobngalam.blogspot.co.id/2011/03/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html 

Biografi Kurnia Meiga







Nama lengkap: Kurnia Meiga Hermansyah
Nama Panggilan: Entonk
Tanggal lahir: 7 Mei 1990
Tempat lahir: Jakarta, Indonesia
Tinggi: 1.90 m (6 ft 3 in)
Berat badan: 75 Kg
Posisi bermain: Penjaga Gawang
Nomor punggung: 1
Tim Nasional: Indonesia
Klub: Arema Indonesia

Kurnia Meiga Hermansyah adalah salah satu pemain andalan sepak bola Indonesia yang sangat berprestasi dan banyak digemari, Ngalamers. Sebagai pemain sepak bola yang berposisi sebagai kiper, Kurnia Meiga memiliki postur tubuh yang sangat ideal. Fisiknya jangkung, sehingga memudahkannya untuk mengamankan bola-bola atas dan menjangkau kemanapun arah sepakan striker pemain lawan. Refleknya pun tak kalah dengan kiper-kiper terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia sebelumnya.

Pemain sepak bola yang akrab disapa Entonk itu lahir di Jakarta, pada 7 Mei 1990. Setelah menamatkan studinya di jenjang SLTA pada tahun 2008, Kurnia Meiga langsung ditarik Arema Indonesia untuk bergabung. Ia pun dipercaya Arema untuk memperkuat pertahanan tim di Liga Super Indonesia. Ya, Arema Indonesia memang klub profesional pertama yang ia perkuat setelah lulus dari SLTA. Arema tertarik mengontrak Kurnia lantaran ia adalah punggawa Timnas U-19.

Di Timnas, Kurnia Meiga sudah menjajal berbagai jenjang: dari Timnas U-19 (2008), U-21 (2008), U-23 (2009-2011), hingga Timnas Senior (AFF Cup 2010).



Bersama Arema Indonesia yang menjuarai Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Kurnia Meiga berhasil menyabet gelar "Pemain Terbaik ISL 2009/2010". Prestasi ini tergolong luar biasa. Sebab sebagai pemain yang terbilang masih sangat muda dan posisinya sebagai kiper yang tak sepopuler Striker, Kurnia Meiga justru dinobatkan sebagai pemain terbaik dan menyisihkan nama-nama mapan seperti Christian Gonzalez, Ricardo Salampessy dan Aldo Bareto, Ngalamers.

Yang lebih membanggakan lagi, mantan Pelatih Arema, Robert Alberts menganggap Kurnia Meiga adalah salah satu Kiper Muda Terbaik di Asia. Bahkan, Robert menilai, Kurnia patut disejajarkan dengan Kiper Muda Korea Selatan Lee Woon Jae yang mendapat julukan "The Spider Hands".

Di tahun 2013, penjaga gawang andalan Timnas Indonesia ini mengakhiri masa lajangnya setelah mempersungting sang pujaan hati, Azhiera Adzka Fathir pada 12 Mei 2013. Saat itu, Kurnia seharusnya membela Arema Indonesia melawan Persipura Jayapura di Stadion Kanjuruhan Malang. Namun, ia telah mendapat izin dari Pelatih Rahmad Darmawan untuk absen di laga tersebut.

sumber : http://halomalang.com/serba-serbi/-tokoh-kurnia-meiga-hermansyah-kiper-andalan-arema-timnas-indonesia

Biografi Yuli Sumpil Sang Dirijen Aremania

Ngalamers ada yang menyaksikan Kick Andy edisi Jumat (22/06/2012) lalu? Dirijen kebanggaan Aremania, Yuli Sumpil ikut tampil dalam acara yang tayang di Metro TV tersebut lo. Wah tentunya kita sebagai warga Malang semakin bangga atas prestasi sam Yuli ya.
Bagi Ngalamers yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sam Yuli, berikut HaloMalang sajikan profilnya yang dikutip dari berbagai sumber. Silahkan disimak..


Nama asli: Yuli Sugianto
Nama beken: Yuli Sumpil
Tanggal lahir: 14 Juli 1976
Status: Lajang
Alamat: Jalan Sumpil Gang I, RT 3/RW 4, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang
Profesi: Dirijen Aremania
Sam Yuli dan Kecintaannya Pada Arema
Seperti yang telah Ngalamers duga, nama asli sam Yuli ditambahi dengan embel-embel Sumpil karena merujuk pada daerah rumahnya. Dari segi penampilan, sam Yuli memang nyentrik. Ia tidak pernah lupa memakai anting-anting di kedua telinga, topi, serta selalu mengenakan kaus Aremania.
Sam Yuli sudah sejak kelas 5 SD menjadi Aremania. Ia selalu hadir untuk mendukung Arema yang waktu itu masih berkiprah di Galatama. Meskipun sam Yuli tidak memiliki uang untuk membeli tiket, dia tetap berusaha menonton pertandingan secara langsung di Stadion Gajayana dengan cara ikut masuk penonton dewasa yang bertiket. Hal seperti ini dilakoni sam Yuli hingga SMP.
Saat remaja, kecintaan sam Yuli terhadap Arema tidak luntur malah semikin besar. Tak jarang ia menumpang truk untuk bisa sampai ke kota tujuan tempat Arema bertanding. Sam Yuli sudah siap-siap sejak pagi, menunggu di pinggir jalan raya, dan siap melompat ke dalam bak truk untuk menuju kota tujuan.
Sam Yuli akhirnya terpilih sebagai dirijen Aremania. Layaknya seorang konduktor dalam sebuah orkestra,sam Yuli memimpin para suporter untuk untuk menyanyi dan menari bersama. Ialah yang menentukan lagu mana yang harus dinyanyikan dan tarian macam apa yang harus dilakukan. Saat ini, Aremania punya dua dirijen, yaitu sam Yuli dan Yosep, atau yang biasa dipanggil Kepet.
Sam Yuli dipilih karena penampilan fisik yang ceria dan nyentrik, mampu berkomunikasi dengan suporter lain, dan memiliki kemampuan untuk membakar semangat suporter. Seorang dirijen dipilih dengan cara yang hampir kebetulan. Namun sekali ditunjuk, dia akan terus menyandang jabatan itu hingga ia mengundurkan diri atau kehilangan kemampuan untuk memimpin.
Kisah sam Yuli dan Kepet menjadi dirijen sudah dimulai sejak sekitar tujuh tahun yang lalu. Hanya kepada mereka berdualah puluhan ribu Aremania mau tunduk. Suporter yang berjumlah kurang lebih 30.000 orang inipun semuanya tunduk pada Yuli atau Kepet. Padahal pengurus klub atau walikota sekalipun tidak mampu mengatur para suporter.
“Mungkin saya dipilih karena berambut gondrong dan suka menari sambil memanjat pagar pembatas lapangan. Kalau Kepet mungkin karena ia punya banyak teman. Ia kan tinggal dekat stadion,” kata Yuli.
Saat pertandingan berlangsung, sam Yuli akan disambut oleh puluhan ribu Aremania yang datang ke stadion. Ia kemudian akan segera menaiki singgasananya sebagai pertanda bahwa tugasnya akan segera dimulai. Sambil berdiri di atas pagar menghadap ke tribun penonton, sam Yuli menggerakkan tangan dan kaki, memiringkan dan memutar tubuhnya ke kiri, kanan, depan, dan belakang sebagai alat untuk memberi aba-aba. Ribuan penonton menjadi kompak dan memainkan musik, menyanyi, dan menari. Semuanya mengikuti aba-aba dan contoh gerakan yang dilakukan sam Yuli.
Berkat sam Yuli, Aremania pernah memenangi penghargaan sebagai suporter terbaik dari PSSI. Luar biasa..


Sam Yuli Dalam Kesehariannya
Yuli Sumpil adalah pemuda dari keluarga miskin yang tinggal di bagian timur Kota Malang. Sebelum menjadi dirijen Aremania, sam Yuli bekerja sebagai pencuci mikrolet sejak lulus dari Madrasah Aliyah. Dalam sehari, ia bekerja sejak jam 4 sore hingga 12 malam dengan mendapat upah Rp. 10.000 hingga Rp. 15.000.
Ia akhirnya berhenti bekerja sejak menjadi dirijen. Keputusan ini berdasarkan saran orang tuanya yang tidak tahan melihatnya menghabiskan waktu untuk mengurusi sepakbola. Padahal sebagai dirijen dia sama sekali tidak dibayar. Alhasil, kini sam Yuli bergantung pada orangtuanya. Ayahanda sam Yuli, Arsip, hanya bekerja sebagai tukang kayu panggilan. Sementara ibunya, Juwariyah, hanyalah menjual makanan rumahan bikinannya ke warung-warung sekitar.
Sam Yuli mengaku bahwa setiap hari dia mendapatkan uang saku antara Rp. 500 hingga Rp. 2000 dari orangtuanya. Uang ini tentu hanya cukup untuk membeli sedikit rokok. Jika liga sedang berlangsung, samYuli harus menyisihkan sedikit uang sakunya untuk membeli tiket. Sebagai informasi, sam Yuli masih membeli tiket sendiri walaupun ia dengan mudah bisa mendapatkan free pass. Jika ia memang benar-benar tidak punya uang, ia harus rela menjual asesoris suporternya untuk membeli tiket.
“Sebenarnya sedih juga, karena barang-barang itu punya nilai sejarah bagi saya. Tapi saya akan lebih sedih lagi kalau tidak bisa masuk ke stadion dan menjadi dirigen bagi teman-teman,” katanya.
Sam Yuli Dan Film The Conductor
Kisah sam Yuli sebagai seorang dirijen dituangkan dalam sebuah film dokumenter berjudul The Conductor. Film yang disutradarai oleh Andi Bachtiar Yusuf ini mengungkapkan sisi lain dari Addie MS (Twilite Orchestra), AG Sudibyo (Paduan Suara Mahasiswa UI) dan Yuli Sumpil (Aremania).
The Conductor juga tidak luput menyoroti keseharian sam Yuli hingga obsesi mereka atas profesinya. Kontras dengan Addie MS yang mempersiapkan konsernya secara serius, sam Yuli justru mengandalkan improvisasi di lapangan. Ia mengaku tidak butuh persiapan apa-apa.
Sam Yuli juga sempat bertandang ke India dan Arema dalam rangka menghadiri festival film internasional yang menanyangkan The Conductor. Ia juga tidak lupa untuk mengenalkan Aremania kepada masyarakat internasional.


"Cita-cita saya, pagar besi pembatas tribun dengan lapangan nanti tidak perlu ada lagi. Jadi kita menonton sepakbola dengan enak, tidak ada perkelahian, tidak ada suporter yang mengganggu pemain. Saya juga ingin semua golongan bisa bersatu di sini. Kaya atau miskin, laki-laki atau perempuan, Cina atau bukan Cina, pejabat atau orang biasa, Islam atau Kristen, di sini semuanya bisa sama."
- Yuli Sumpil -